2 Metode Penyusunan Alamat Pesan Yang Benar[Menurut Pos Indonesia

no image avaiable

Pesan yang ialah fasilitas komunikasi yang mengantarkan data tertulis dari sesuatu pihak ke pihak lain. Meski nampak sepele, dalam membuat pesan wajib dicermati poin- poin yang cocok ketentuan dalam pembuatan pesan. Supaya pengiriman pas kepada siapa yang kita tujukan.

Sebab jaman saat ini orang- orang telah tidak sering memakai jasa pesan selaku perlengkapan komunikasi, telah normal apabila kita tidak ketahui tentang metode penyusunan alamat yang benar, serta itu yang hendak di bahas dalam postingan ini.

Pada biasanya, pesan dikirimkan dengan memakai sampul maupun amplop. Dalam amplop inilah, pula butuh dituliskan alamat rumah tujuan pesan secara pas. Jadi, alamat pesan ini butuh ditulis 2 kali, ialah di bagian dalam suratnya serta pula di bagian sampul pesan ataupun amplopnya. Pada dasarnya penyusunan alamat pesan di dalam pesan maupun di luar pesan sama saja.

Cuma saja, penyusunan alamat di luar pesan, wajib dituliskan secara lebih lengkap. Sedangkan penyusunan alamat id dalam pesan, dapat ditulis secara lengkap pula ataupun pula dapat dengan lebih pendek. Namun hendak lebih baik bila penyusunan di dalam pesan pula ditulis dengan lengkap penulisan alamat surat yang benar .

Di dalam ketentuan penyusunan alamat serta salam pembuka, di dalam pesan formal memiliki sebagian perihal yang wajib dicermati. Sama halnya dengan metode penyusunan Kepala Pesan ataupun Kop Pesan, Bertepatan pada Pesan, No Pesan, Lampiran, serta Perihal

Panduan Penyusunan Alamat Pesan Yang Benar

Yang butuh dicermati dalam menulis alamat pesan ialah:

1. Tulislah nama yang dituju dengan nama yang jelas.

2. Pakailah kata sapaan yang cocok dengan umur ataupun peran penerima pesan.

Misalnya:

[su_note note_color=”#e7e7e7″]

Ayah/ Bunda:………………..

Kerabat/ i………………..

Ayahanda/ Ibunda………………………..`

Kakanda/ Adinda………………………….

[/ su_note]

3. Tulis alamat lengkap tercantum nama desa( nama jalur bila tidak terdapat), jalur, no rumah, gang( bila rumahnya masuk gang) serta kota tempat tinggalnya.

4. Bila pesan diperuntukan keluar negara, cantumkan nama negaranya.

Di dasar ini terdapat 3 contoh penyusunan alamat pesan yang baik serta benar yang kalian peruntukan selaku rujukan kala hendak membuat pesan, ialah pesan kepada seorang( perorangaan), pesan kepada industri ataupun kanto, serta pesan kepada pejabat pemerintah yang sifatnya formal.

1. Penyusunan Alamat Pesan Perorangan( Pesan Individu)

[su_note note_color=”#e7e7e7″]

Contoh 1

Kepada Yth.

Ayah Deni Septian

Jalan. Raya Plered Nomor. 19

Purwakarta

Contoh 2

Kepada Yth.

Kerabat Hadi Yanuar

Jalan. Cikaracak Nomor. 7

Blitar

[/ su_note]

2. Penyusunan Alamat Pesan Kepada Industri ataupun Kantor( Pesan Formal/ Dinas)

[su_note note_color=”#e7e7e7″]

Contoh 1

Kepada

PT. ADITAMA RAYA

Jalan. Sindang Laut Nomor. 10

Jakarta Pusat

Contoh 2

Kepada

PT. DISINIAJA

Jalan. Jendral Sudirman Nomor. 09

Jakarta

Contoh 3

Kepada

PT. JAYA Motor

Jalan. Kutilang Nomor. 33 https://academia.co.id

Magelang

Contoh 4

Kepada Yth.

Kepala Bagian Pemasaran

DUTA SARANA

Jalan. Ahmad Yani

Nomor. 10

Purwakarta

[/ su_note]

Bila kita mendapatkan data industri dari koran, hingga penyusunan alamatnya semacam ini:

[su_note note_color=”#e7e7e7″]

Kepada Yth.

Pemasangan Iklan Nomor. VII/ DRB/ 232563

d/ a Benak Rakyat

Jalan. Teratai Nomor. 22

[/ su_note]

3. Penyusunan Alamat Pesan Kepada Pejabat Pemerintah( Pesan Dinas)

[su_note note_color=”#e7e7e7″]

Contoh 1

Yth. Kepala Direktorat Perdagangan Dalam Negeri

Baca Juga : Membentuk Kerutinan Berinternet Sehat Pada Anak

Departemen Perdagangan Republik Indonesia

Jalur Setiajaya Selatan II/ 11

Jakarta Utara

Contoh 2

Kepada

Yth. Ayah Menteri Perdagangan

Jalur Setiajaya Selatan II/ 11

Jakarta Utara

[/ su_note]

Gimana, saat ini telah ketahui kan gimana penyusunan alamat pesan yang benar? Yang di atas tadi ialah metode penyusunan alamat di dalam pesan, kemudian gimana metode penyusunan alamat pesan di luar pesan ataupun di dalam amplop yang benar, yang cocok dengan kriteria pos. Ayo ikuti lagi pembahasannya berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *